assalamualaikum wr wb, hay brooo, selamat malam hehe,
disini saya pengen berbebagi cerita mengenai beberapa orang yang saya amati lewat mata bukan dari hati, karna hati bisa menyakiti (ojo baperan koe le ) hehe.
ini judulnya babu kok lari-lari ke hati sih min, pie ki ra nyambung! nah, jangan salah sangka babu itu juga punya hati,walaupun sering-sering hatinya tersakiti( iso ae min min) hehe
dalam hal pekerjaan:
nah sebelum kita mulai, sekarang apa si itu babu?
babu yaitu orang yang bekerja terlalu melebihi waktu tapi hak-hak nya nggak terpenuhi.
masa sih min? ya menurut sudut pandang saya jika di lihat dari lubang kunci begitu(hehe).
misalnya : jika seorang bekerja yang seharus nya 8 jam jadi 10 jam otomatis waktu 2 jam yang seharusnya bisa buat istirahat ataupun kegiatan yang lainnya otomatis ke pakai buat kerja. nah dari perusahaan tempat dia bekerja saeharusnya mengganti waktu itu dengan upah yang sesuai dengan jam tersebut.(aku nggak paham min) saya juga nggak paham broooo hehe
terus apa hubungan nya min babu sama waktu,yang kita tahu nggak cuma babu yang berharap waktu, saya juga berharap waktu saya di lebihkan (waktu sama dia) wwkwkwk. Nah gini, Babu itu ibarat kita yang mengejar waktu, nyempetin waktu untuk sesuatu yang kita senangi. kadang waktu kita membuat kita menjadi babu yang membuat orang menjadi ratu.
jika dalam soal asmara :
Dalam hal asmara sepertinya cocok jika dibahas disini, soalnya saya kan pemuda zaman old, yang sekarang sering di gagalkan dalam perasmaraan sama pemuda zaman now(wkwkwk)
Ok, kenapa sekarang Babu itu berharap waktu? jawabannya cuma satu , karena dia pengen mempunyai waktu dengan seseorang yang dia sukai, dengan waktu yang sebenarnya mepet dia masih sempat ingin meluangkan waktunya demi seseorang. walaupun sebenarnya itu membuat kita menjadi babu. babu yang diinginkan oleh diri sendiri.
dan si babu juga beharap waktu dalam hal kepastian. karena tanpa kepastian waktu yang diluangkan seakan dipermainkan.
jadi intinya jika kita tidak ingin di jadikan budak oleh waktu sebaik nya kita harus menerapkan satu kata yaitu saling menghargai, saling menghargai waktu, ntah itu waktu kepada keluarga, teman, pacar atau gebetan. dengan saling menghargai waktu maka tidak ada yang namanya budak watu. karena pada hakikatnya manusia mengharapkan waktu luang untuk bersama agar membuat dirinya bahagia dan melihat sekitarnya tersenyum gembira.
ok, begitu teman-temen blogger semoga ulasan saya ini sedikit menghibur hari-hari anda yang sering mendung ini.hehe
eh jangan lupa juga dibawah ada sedikit celotoh-celoteh asal, silahkan dinikamti dan direnungkan.;)
waktu berputar tanpa sadar
mengikis kewajiban
mengikuti kemauan
membodohi akal
waktu seperti hujan
tak bisa di hentikan
apalagi di ulang
hanya bisa di kenang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar