Penghapus

melihat penghapus putih yang mulai kehitaman diatas meja belajar. Rani mulai cemberut karena tidak dibelikan penghapus yang baru oleh ibunya. wajar jika rani menginginkan penghapus baru karena Rani hobi banget menggambar. salah gambar, hapus. begitulah yang dilakukan anak seusia Rani. sampai sampai setiap hari akan banyak penghapus yang bergeletakan tak terpakai akibat sudah berwarna hitam, tak terpakai lalu dibuang."penghapus itu dulunya bersih dan suci, tiba-tiba tercoreng oleh bercak warna apa saja. lalu dibuang"

Otong melihat tingkah anaknya yang sangat suka menggambar dan penghapus-penghapus yang sudah tidak digunakan.

penghapus itu ibarat kehidupan. mula-mula bayi, anak-anak, dewasa, kerja, menikah, punya anak, tua dan mati. bayi yang polos dalam perkembangan menjadi tua akan dipenuhi oleh bercak-bercak warna apa saja, bukan cuma hitam. Otong mengambil penghapus yang terjatuh dilantai dan melihat disekelilingnya terasa cepat berjalan mundur.

Otong kecil lahir dikeluarga yang biasa saja. ayahnya bekerja sebagai pedagang dan ibunya menjadi Ibu rumah tangga idaman. tak ada hal-hal yang membekas bagi Otong saat masih kanak-kanak, sesekali Otong membantu ayahnya mengangkat gerobak ke pasar sisanya Otong menemani ibunya dirumah, membantu dan bermain dengan teman sebayanya. tiba-tiba disekitar Otong berubah dengan cepat, rumah-rumah bambu, berubah jadi berdasar batu bata, pohon-pohon besar hilang terganti  tiang-tiang listrik berakar diatas, kebel. ayahnya yang dulu jualan dipasar kini terkubur berpatokan  menemani ibu Otong yang lebih dahulu mempunyai patok dengan ukiran nama. kini Otong tak usah khawatir pada ibu. ayahnya kini mulai menemani ibunya. Otong tersenyum.

setalah ditinggal kedua orang tuanya, Otong merantau ke Ibu kota, berkenalan dengan Ranti di sebuah tempat pekerjaan. dedikasi serta loyalitas yang tinggi membuat Otong dan Ranti membuat pangkat mereka naik dengan cepat. pangkat yang tinggi membuat mereka memutuskan untuk menikah. pangkat yang tinggi membuat semua yang tidak setuju menjadi setuju, yang gak mungkin menjadi mungkin. pangkat. hey hey pangkat.

penghapus itu putih, lalu menghitam, berdaki.

setelah mempunyai anak Otong dan Ranti jarang terlihat dirumah. pagi pergi, malam kembali. pagi sarapan, malam kelelahan. sarapan pagi dilaksanakan dengan meja makan ditengah, susu dan roti ditangan "jangan lupa belikan Rani penghapus, penghapus yang kemarin sudah tak bisa digunakan" begitu kata Ranti kepada Otong sembari pergi ditelan mobil pribadi. tak berselang lama Otong juga pergi meninggalkan Rani yang masih sibuk dengan hobi.

Rani menggambar ayah dan ibunya  bergandengan tangan melihat dunia yang bersih tanpa ada caci maki atau saling membodohi. Rani menggambar ayah dan ibunya saling merangkul pada malam gelap dengan bintang besar dan meteor yang melintas tanpa bunyi.

"istriku selalu menyuruhku untuk membeli penghapus untuk Rani. kenapa nggak dia saja yang membelinya" kata si Otong yang masih berpelukan dalam selimut yang tanpa busana " ya gpp mas, gara-gara kamu disuruh membeli penghapus kan kamu bisa mampir". kata si perempuan sambil kembali melakukan kecupan penutupan. mereka lalu mandi untuk menghapus aroma, bau, keringat atau hal-hal lain yang terhapus akan sigap mereka hapus.

lalu Rani menghapus gambar-gambar tentang ayah dan ibunya. begitulah seterusnya setelah digambar, dihapus. orang tuanya yang digambar bergandengan tangan, sudah terhapus sebagian dengan tangan yang menghilang dan sebagian badan yang hilang. gambar kedua orang tuanya yang merangkul pada malam hari hilang kepala dan hati tertimpa meteor yang jatuh tajam.

keesokan harinya. gambar kedua orang tua rani terhapus bersih. kedua orang tua rani juga hilang, pergi tak pernah kembali. kini, Rani sering menggambar dirinya yang sendiri, menunggu.

"semua akan terhapuskan"







(tinggalkan) kencang