Dirimu

1 hari 24 jam
Pada tiap hilangnya
Detik pada dirimu
Yang butuh teman untuk ucapkan rindu

Malam berlanjut
Menggendong angin  
pada dirimu
Yang butuh seseorang untuk merasakan hembusan.

Kamu lelah
Angin berubah dingin
Merasuki kulitmu
Yang menempel lembut
untuk tiap porimu.

Kamu bangun
Dengan aroma tubuh
Yang butuh terhangatkan Matahari 
Dari dinginnya kenyataan

Dia meluangkan waktu, untuk sesuatu yang biasa orang sebut dengan kebersamaan. Dengan waktu berputar itu itu, dia tak pernah lelah untuk melakukan sesuatu. Waktu tidak pernah membuatnya merasa bosan. Ditandai dengan kemunculan ditimur dan tenggelam dibarat atau dimulai dengan cahaya ditutupi dengan kalelawar yang menggelapkan mata. Dia mencari seseorang kalo bisa teman dan lebih beruntungnya lagi sahabat untuk bisa menghabisi waktu melihat kalelawar yang berterbangan di langit atas.

Waktu bisa membuatnya lelah. pada malam hari dia bisa merebahkannya pada kasur-kasur yang selalu setia untuk ditunggangi keluh kesahnya, dia berucap "terima kasih". Angin-angin yang selalu menghilangkan kelelahan pada tubuhnya, dia berbisik 
"cukup segini"

Tapi angin semakin malam semakin dingin. Hembusan membuatmu tak nyaman, ujung2 kaki bergeliat nyata tak terselimuti. Kaki butuh kehangatan tapi mata tetap gelap terpajam bersama waktu yang menuju terang.

Dia bangun. Bersama munculnya matahari Lelahnya tersegarkan. Jalan-jalan hitam terterangkan, langit-langit hitam terpudarkan, burung-burung malam kembali ke sarang, sawah dan rerumputan hijau kembali bersenang.

Waktu tetap berputar pada semestinya, dia tetap dengan rutinitas tiap harinya.
1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun bahkan 50 tahun begitulah seterusnya sampai dia lelah untuk selamanya mengikuti waktu dunia.


Gani dan Nana



Dedaunan rumput liar melambai, "aku akan pergi tolong jangan ada tangisan apa lagi kebahagiaan” pesan rumput liar kepada tanah saat akan dicabut dengan dan oleh tangan pencabut kehidupan.

Malam hari, setelah tiga hari kematian. Pak sastro dan mas Wahyu mendiskusikan kelanjutan sekolah Gani dan Nana.
“pak gimana kelanjutan sekolah Gani dan Nana” tanya mas Wahyu yang masih memiliki rasa peduli.
“ya, saya pengennya mereka bisa lanjut mas, tapi apa daya kami mas. Gawe ngisi  beras ae angel” kata pak Sastro dengan nada jawa.
“pak saya dari kemarin punya ide untuk memasukkan Gani dan Nana di panti asuhan JayaRaya yang berada diluar kota. Disana terdapat sekolah sampai Sma. Tapi ini juga tergantung bapak” kata mas Wahyu dengan berharap
“mas tapi dengar2 panti asuhan itu.......” 
“Ah itu Cuma kabar burung pak” kata mas Wahyu memotong omongan bapak Sastro.
Jam sudah menunjukkan jam 12.30 AM. Pak Sastro dan ma Wahyu terlihat sering sekali menaroh tangan pada mulut masing-masing. Menandakan ngantuk sudah menular dan menyerang bagaikan nyamuk yang menyerang. Disaksikan oleh bulan dan bintang, di ketuk palu oleh waktu yang berdentang tengah malam. Akhirnya mas wahyu dan Pak Sastro sepakat untuk memasukkan Gani dan Nana di panti asuhan Jayaraya di pinggiran kota. 

“Gani dan Nana memasuki sekolah dihari pertama dengan seragam seperti langit cerah. Merka pergi berjalan kaki Bersama rizki. Mereka akan mempunyai teman baru guru baru, pelajaran baru. Dalam perjalanan mereka bertemu dengan induk ayam dan anak-anaknya yang sedang latihan militer berjalan dengan tegap, berbaris  rapat, waspada pada setiap yang mengancam. Gani dengan semangat membara menuju sekolah tidak sadar bahwa kakinya hampir menginjak anak ayam,. Seketika kapten yang menginduki anak ayam mengejar Gani berlari menjerit”
hufffft( dengan suara nafas yang dihisap dalam-dalam). Gani terbangun dari mimpinya, dia termenung dan beberapa saat membangunkan Nana yang memeluk kaki Gani yang keras seperti guling yang nyaman.
“Na bangun, udah pagi” Gani membangunkan Nana dengan membelai rambut dan mencubiti pipi Nana.
Dari luar terdengar suara rizki yang memanggil, sambil membawa daun ubi.
“Gan, Nan”
“kenapa ki, pagi-pagi teriak-teriak kaya ayam” kata Gani sambil ketawa dengan jemari yang mencari tambang emas disekitaran mata.
“kalian disuruh kerumah Pak satro untuk sarapan Bersama” jawab si rizki sambil pergi melambaikan tangan
Gani dan Nana bersiap-siap dan dengan berpakaian sederhana, mereka menuju rumah Pak Sastro dengan berjalan kaki bersama sinar pagi yang membias mereka, mengeluarkan keringa-keringat kecil didahi seperti melihat percikan berlian yang menetes. Gani dan Nana sampai dirumah pask Sastro disana ada mas Wahyu dan tak ketinggalan si Rizki yang melambaikan tangan ke mereka. Gani dan Nana duduk disebelah Mas Wahyu, tepat diseberang mereka ada pak Sastro dan Rizki. Di tengah-tengah mereka sudah tersaji sarapan berupa Nasi, Tahu, tempe dan daun pucuk ubi dengan sambal. Hidangan sederhana yang terasa mewah.
“monggo diambil sendiiri” katak Pak sastro sambil mengambil piring “ambil yang banyak nggak usah malu-malu”
Mereka pun mulai mengambil dengan tertib. Dimulai dari nasi, tempe dan daun ubi. Dinikmatinya setiap suapan dibuka dengan basmallah dan diakhiri dengan alhamdulillah. Selesai makan Gani dan Nana memebereskan dan membawa kedapur untuk dicuci.
Gani dan Nana duduk dengan rapi. Pak Satro membuka percakapan
“Gan, Nan sebagai kerabat bapak ingin kalian itu sakolah dan kalo bisa bersekolah disini. Tapi apa yang bapak inginkan nggak bisa bapak lakukan. Kemarin malam bapak dan mas Wahyu telah menemukan solusi Bagaimana kalian berdua dapat bersekolah kembali. Untuk bisa masuk sekolah lagi kalian akan dimasukkan di panti asuhan JayaRaya, disana terdapat Pendidikan nya juga.”
Si Rizki mendengar hal tersebut sontak terkejut. Gani dan Nana berbahagia disatu sisi mereka harus meninggalkan kampung halaman. Mas Wahyu hanya mengangguk bahwa apa yang dia danpak sastro tawarkan adalah pilihan yang terbaik agar sig ani danNana bisa bersekolah.
Gani dan Nana berbisik sebentar…
“pak Satro saya dan Nana berterima kasih atas kesempatan yang diberikan oelh pak Sastro dan mas Wahyu. Jika memang disitu saya dan Nana bisa bersekolah maka kami akan menerima tawaran yang diberikan”

Ya, kini mereka sudah mendapat harapan yang dulu terbang terlalu tinggi. Apa yang mereka pikirkan setiap detiknya sudah hilang. yang hilang akan digantikan dengan yang baru, begitu juga pikiran Gani dan Nana. kini Gani dan Nana memikirkan hal baru. kenyataan bahwa meraka akan meninggalkan kampung halaman, tidak bisa berdoa dikedua kuburan orang tuanya, berpisah dari teman yang menghiburnya pada setiap saat datang hal menyedihkan membuat pikiran mereka berputar-putar tak sesuai porosnya. beraduk lalu bertabrakan pada otak mereka yang belum bisa dipikirkan oleh anak-anak seumuran mereka.

Nana melihat Rizki, hari kemarin mereka bermain bersama. Nana ingin kembali diajak bermain ditarik tangannya lalu berlari bebas menembus benteng kesedihan.
Gani, Nana dan Rizki sebentar lagi akan dipisahkan oleh waktu, tempat mereka akan berbeda, orang-orang yang ditemui akan berbeda.
Segelap-gelapnya malam hari, esok mentari pagi akan kembali memberi kehangatan dari dinginnya sepi. Ya pasti akan kembali, itulah yang mereka yakini pada masing-masing hati sanubari bocah kecil dengan dunia yang besar dan bermacam-macam kejadian.

Esok disuatu waktu yang tak tau, mereka akan kembali, bertemu pak Sastro, Mas Wahyu dan Rizki serta menaburi bunga dan berdoa di kedua kuburan orang tua, lalu berharap kedua orang tua menunggu kedatangan mereka didepan pintu yang besar, bersama-sama bergandengan tangan ditaburi dengan senyum kepantasan menuju sisiNya.  

Selamat Ulang Tahun Rizki


hari d"lapan April ini
ku ucapkan salam
pada dunia yang memberiku
ruang & waktu untuk saya tinggal

hari ini saya berperang
pada dunia berlawanan
dihantamkannya kenikmatan
dari kaki sampai kepala yang menua

hari ini ku ucapkan terima kasih
pada rembulan dan bintang
yang telah mengawai dan menjaga 
dari kejamnya gulita malam

hari ini diajarkan 
arti selamat tinggal
pada angin berlalu
yang telah memberi arti sesaat dan pergi



kenapa mas, judulnya harus selamat ulang tahun rizki? mungkin ada beberapa dari teman-teman yang berfikiran kok gitu sih judulnya dan " ah paling rizki pengen diucapin ulang tahunnya ni".

jadi kenapa ya? ya karna beberapa hari kemarin momen berkurangnya jatah umur dan semakin tua nya usia membuat saya ingin sekali mengasih judul itu sih ulang tahun saya. untuk ingin tidaknya diucapin ya tidak begitu terlalu ingin, karena ucapan ulang tahun juga bukan kebutuhan juga toh (wkwkwk) 

Bagaimana dengan ibu atau adik-adik perempauan/keluarga mas mengenai ulang tahun mas Rizki atau hubungan kekeluargaan gitu?

Ok, kalo ibu. saya ingin bernostalgia kembali ke pertemuan terakhir saya dengan ibu, akan sangat berdosa apabila merayakan atau mengingat ulang tahun tapi lupa sama ibu (jangan sampai lupa!). salah satu momen penting dan mengena saat beliau berkata "jadi kapan rambutnya dipotong, apa mamak aja yang motongin atau nanti pas tidur tak potong ya" sambil mengelus rambut dan kepala bayi besarnya. momen itu lebih dari pada ibu ngucapin ulang tahun sih menurut saya. apa gara-gara dielus ya. hehe

Jadi untuk masalah ngucapin selamat ulang tahun, keluarga saya salah satu keluarga yang unik. saya mempunyai dua adik cewe. adik yang kecil kelas 2 SMP yang satunya kuliah di Malang. adek kecil saya ngucapin malah sebelum ulang tahun " selamat ulang tahun mas, semoga cepet pakai toga, semoga semakin berakal" tanpa ada imbuhan emoji ketawa atau apa -_-. Adik saya yang kuliah ngucapin "selamat ulang tahun mas jelek, jangan lupa kirimin aku buku ya" untuk adek yang kuliah ini dia sangat hobi ngebaca sampai-sampai lupa apa yang mau dikata.:D

Soal hubungan keluarga. kami itu seperti puzzle, kadang lengkap kadang tidak walaupun itu dihari lebaran ada yang pulang kerumah ada yang gak pulang, kalo saya pulang nanti adek nggak pulang. nanti kalau ada ibu yang ke jawa bapak atau adek pasti nggak ikut. jadi jarang banget kami kumpul sekeluarga. hmmm, tapi hubungan kami seperti sebuah sinyal yang tak terbatas menembus peradaban yang tidak masuk akal. walaupun jarang bertemu tetap terkoneksi dengan sangat baik, sinyal itu bisa melalui doa yang bagi saya sangat luar biasa. walaupun puzzle itu sering terpisah, tapi pasti ada momen yang membuat kami berkumpul bersama, ditarik oleh benang tak kasat mata lalu tidur bersama tanpa ada pemisah berupa dinding kamar yang membuat kami tidak bisa berpelukan selayaknya keluarga. itu momen sederhana, mengena pastinya bahagia.

kenapa kamu bisa ingat ulang tahun? soalnya yang saya lihat dari kamu itu kayanya tidak tau menahu soal hari atau tgl jadi sangat aneh kalo kamu ingat ulang tahun mu :D

Jadi sebenarnya saya itu nggak sengaja tau kalo hari itu tgl 8 kemarin itu ulang tahun saya. yang saya tau malam itu ada pertandingan antara Juventus Vs Milan. nah malam itu milan kalah 2-1, otomasti sebagai fans Milan saya sangat mangkel selepas pertandingan ada pemberitahuan dari hp soal pertandingan dan otomatis tgl di Hp juga terlihat, "Waduh saya ulang tahun" jadi kalahnya milan plus kaget soal ulang tahun saya campur aduk, dan bikin mual kepala. (wkwkwwkwk)

Pernah nggak ulang tahunnya dirayain mas?

pernah waktu teman-teman masih banyak di kampus. saya pernah ingat ulang tahun diikat, dikencingin, tapi setelah itu saya malah mentraktir mereka makan (wkwkwk). 
Ada juga ulang tahun disiram oli, pas foto malah ditendang dari belakan, yang otomatis foto saya nggak kelihatan.(wkwkwk). cuma itu aja sih. 


terima kasih wawancaranya, semoga bermanfaat hehe
assalamualaikum wr wb :)

kematian di pusat keramaian, Perbelanjaan







Kematian dipusat keramaian, perbelanjaan

Rizki wahyu eko utomo


Hari ini keberlangsungan hidup masih terus berlanjut. Seperti angin yang selalu melalu Lalang, suara motor mobil yang berkeliaran. Di pojokan dia menatap dengan mata melotot, badan kurus dengan tangan memegang putung rokok yang didapat dijalan dari buangan orang-orang yang tidak memperhatikan lingkungan. Dia seorang lelaki berumur 40 tahunan, dengan 2 orang anak perempuan ditempat yang kumuh dan terbelakang. Tempat tinggal mereka dipagari dengan Gedung-gedung tinggi dan pusat perbelanjaan yang semakin banyak. Gedung-gedung itu seolah benteng pertahanan yang nyatanya hanya membuat tempat tinggal mereka semakin lama semakin tenggelam dalam kemiskinan.

“Pak aku lapar” kata anaknya sambil menjail pundak sibapak,
“sabar, bapak akan membeli makan yang enak untuk kalian hari ini” bilang si bapak dengan nada yang meyakinkan kepada kedua anaknya.
“Ye, bapak akan membawa makanan yang enak untu kita” bahagia si anak dengan memeluk    bapaknya
Bagi bapak kepercayaan dan senyuman anak-anaknya ibarat sebagai pengganjal lapar yang juga dia rasakan. Dia mulai berpamitan untuk mencari segumpal nasi yang ia janjikan kepada anak-anaknya dengan berharap untuk mendapat nasi dengan segera.
Bapak itu pergi dengan tenaga terpaksa. Dengan bekal hanya korek dan sepeda butut. Sesekali melihat kebawah untuk melihat seputung rokok. Ya, hanya seputung rokok itu yang mau berbicara dengan si bapak. Alangkah sialnya hari gerimis mulai membasahi, putung-putung rokok basah semua. Bapak itu mulai menggigiti kuku-kuku yang bisa membuat kenyang tanpa mengeluarkan uang.
Bapak itu masih berjalan, melewati aspal-aspal panjang tak bolong diatasnya terpampang mula-muka wakil rakyat rakyat yang menjual janji untuk dirinya sendiri tapi laku dibeli (heran).  Disampingnya berlalu Lalang mobil dan motor yang tidak bisa bergerak, saling memaki klason, saling menggeberkan knalpot seolah dunia ini milik mereka tanpa mempedulkan orang dibawahnya.
Hampir 1 jam berjalan menuntun sepeda bapak itu mendapati sebuah warung yang berjualan nasi. Duduklah dia diseberang jalan dengan memperhatikan warung nasi yang ramai oleh orang-orang yang berpakaian rapi dan berdasi. Bapak itu melamun lupa akan waktu, lupa anaknya telah menunggu sampai buyar lamunannya dari orang yang tak dia kenal, memanggilnya dan akan memberikan nasi sisa padanya. Bergegaslah dia menuju seberang dengan gembira. Setelah nasi sudah berada ditangan melaju dia keseberang dengan gembira yang belum usai dan lupa, BRUAKKKKKK!!! Dia lupa banyak kendaraan yang melalu Lalang. Dia tertabrak, yang menabrak tancap gass dengan lagu keras didalam.
Dia tertabrak, nasi yang didapatnya berhamburan. Bapak itu memperhatikan nasi, terbayang kedua anaknya yang sedang menantikan dia. Dia memaksa berdiri diiringi dengan air mata yang mulai keluar untuk mengumpulkan sisa nasi yang berhamburan. Dai terjatuh, kakinya tidak kuat untuk menopang bapak tua yang ditabrak mobil mewah seperti dia. 30 detik sebelum dia menutup mata, dia berharap “andaikan ada yang mau mengantarka nasi itu kepada kedua anaknya, andaikan mobil yang menabrak dia mau berhenti lalu mengantar nasi itu. pasti dia tidak menyesal jika memang hari ini dia harus pergi selamanya”

Bapak itu kehilangan nyawanya dipusat perbelanjaan oleh mobil yang pergi tanpa permisi. Nasi yang dijanjikan tidak bisa ditepati. Senyuman yang bisa mengganjal lapar kini memuai dijalanan.

pertemanan, gembok dan gerbang









assalamualaikum manteman, apa kabar? semoga pada baik semua ya :D
malam ini saya akan berceloteh ketik puisi yang gak jelas.hehe
ok langsung saja ya, tanpa basa basi

"lingkaran pertemanan, gembok dan gerbang"

Dia hanya ingin beteman
hanya itu,
walaupun kadang banyak yang salah mengartikan
tapi untuk itulah bahasa dan logika diciptakan
kamu ingin mengetahui bahasa dan negara

jika gembok dan gerbang sudah terbuka

mengenyam ilmu di usia muda penuh ceria
dengan membuka gerbang kemalasan
mengayuh sepeda akan menuntunmu belajar bahasa.

gembok dan gerbang memisahkan 
di malam yang dingin, yang merambat di besi-besi berkarat
dihadapkan pada waktu yang tak pernah kadaluarsa
masih ku lihat kaca mata mu dibalik gerbang, menjauh dan tertupi malam.

jika gembok dan gerbang sudah terbuka
semoga  bisa bahas bahasa
setelah letih bersepeda
di waktu 24 jam esok yang tetap tak pernah kadaluarsa


itu manteman sedikit celoteh saya malam ini terima kasih, good night, dan semoga hari besok pada semangat dalam melakukan aktivitasnya. Aminnn :)




putih hitam,(tentang) september menghilang












Assalamualaikum wr wb
selamat malam, kepada teman-teman bahagia yang telah melakukan sidang ataupun bagi yang baru selesai sidang pada kemarin (selamat ya) :'').
hidup mau, pisah tak mau, pengenya selalu bersama tapi waktu dan keadaan sering membuat perpisahann. pengen nyeloteh sedikit demi sedikit, apa yang telah mengendap lebih baik dicairkan (hehe). selamat menikmati :D


putih hitam gaun yang mendampingimu
putih hitam  gaun yang membalutmu
putih hitam gaun yang bersamamu
putih hitam yang memperanggunmu
putih hitam yang membuatnya melamun

selasa bergembira
putih hitam yang sudah kamu persiapkan
wangi, putih, dan halus dikemas rapi
hari ini adalah hari-hari yang penuh bunga warna warni

rabu sedikit berkelabu
menunggu mengganggu pikiranmu
hingga suara memanggil lirih melewati lubang kunci.
tanpa ragu-ragu berjalan, diuji oleh sesosok yang berpengalaman
boneka dan bunga melambai-lambai senang

putih hitam kamu keluar
teman-teman beriringan mengucapkan, boneka dan bunga memenuhi jari-jarimu.
di sudut melamun seorang teman, sedih atau gembira tak bisa dijelaskan di benaknya,
september depan adalah salah satu ujian mengikhlaskan

tentang foto-foto lama yang akan membusuk di galeri
tentang sahabat yang akan dipisahkan waktu
tentang cinta yang belum sempat terucapkan
tentang cerita-cerita lama yang akan terkena amnesia
kamu dan september seperti bunga layu, aromamu akan hilang, per hirupan di akhir september yang akan datang!

(sementara perpisahan datang lebih cepat dari Wa mu)



ok, itu sedikit tentang celoteh-celoteh hari ini.makasih kepada teman-teman semua semoga sukses dan jangan Hilangkan aku (hehe).

Balado Skripsi, Teman dan Hati


















Assalamualaiku wr. wb. selamat siang teman. pada shat kan smua?bagi yang smstr tua sekarang pada musim liburan ni, pada pulang ke rumah nggak ya apa disini aja njagain kos. ;D tapi alangkah baiknya bagi yang semester tua kaya saya ini nggak pulang tapi ngerjain skripsi ataupun kegiatan tapi bagi yang sudah ngambil ya.kwkwk

tadi jam 10 pagi saya niatnya pengen bimbingan ni manteman tapi nggak jadi. nah dari situ saya mangkel ni, emosi ae gawaane  tapi jangan ditiru ya hehe, dari kejadian pagi ini saya ingin berceloteh disini. sedikit demi sedikit semoga kamu jadi baik.hehe

pagi mentari sudah menunjuk jam 10,
aku sudah dikampus tarpadu
mamandangi ibu-ibu berjajar rapi membahas sesuatu
aku menunggu dengan harapan bisa bertemu

ibu, aku sudah menunggu
bisa kah kau panggil namaku dahulu
walaupun namaku tidak tercantum daftar tunggu Wa mu
tapi aku juga anak bimbinganmu

seperti kemarau
skripsiku terlalu lama berhenti dirintik rintik ketik
terlalu lama tak bergerak, sekali pengen merangkak
tiba-tiba gelap, tertabrak hati  diacak-acak
dengan mnyisahkan secuil redup senyuman

teman-teman tersenyum, bercerita bahagia
mendapatkan tinta tangan yang diagungkan
hati mulai menggerutu, aku semakin lama menunggu
aku tak bisa lagi tersenyum palsu
karna itu bukan diriku
walaupun itu kadang sering terjadi padaku

jujur untuk tadi aku gelap hati
aku tidak bisa melewati duri-duri
aku terprangkap dan terjatuh, dicampur aduk
dalam Balado Skripsi, Teman dan Hati



itu teman-teman sedikit ceritaku untuk tadi pagi Balada skripsi,Teman dan Hati, semoga teman-teman yang membaca bisa menimati. terimakasih :)



(tinggalkan) kencang