1 hari 24 jam
Pada tiap hilangnya
Detik pada dirimu
Yang butuh teman untuk ucapkan rindu
Malam berlanjut
Menggendong angin
pada dirimu
Yang butuh seseorang untuk merasakan hembusan.
Kamu lelah
Angin berubah dingin
Merasuki kulitmu
Yang menempel lembut
untuk tiap porimu.
Kamu bangun
Dengan aroma tubuh
Yang butuh terhangatkan Matahari
Dari dinginnya kenyataan
Dia meluangkan waktu, untuk sesuatu yang biasa orang sebut dengan kebersamaan. Dengan waktu berputar itu itu, dia tak pernah lelah untuk melakukan sesuatu. Waktu tidak pernah membuatnya merasa bosan. Ditandai dengan kemunculan ditimur dan tenggelam dibarat atau dimulai dengan cahaya ditutupi dengan kalelawar yang menggelapkan mata. Dia mencari seseorang kalo bisa teman dan lebih beruntungnya lagi sahabat untuk bisa menghabisi waktu melihat kalelawar yang berterbangan di langit atas.
Waktu bisa membuatnya lelah. pada malam hari dia bisa merebahkannya pada kasur-kasur yang selalu setia untuk ditunggangi keluh kesahnya, dia berucap "terima kasih". Angin-angin yang selalu menghilangkan kelelahan pada tubuhnya, dia berbisik
"cukup segini"
Tapi angin semakin malam semakin dingin. Hembusan membuatmu tak nyaman, ujung2 kaki bergeliat nyata tak terselimuti. Kaki butuh kehangatan tapi mata tetap gelap terpajam bersama waktu yang menuju terang.
Tapi angin semakin malam semakin dingin. Hembusan membuatmu tak nyaman, ujung2 kaki bergeliat nyata tak terselimuti. Kaki butuh kehangatan tapi mata tetap gelap terpajam bersama waktu yang menuju terang.
Dia bangun. Bersama munculnya matahari Lelahnya tersegarkan. Jalan-jalan hitam terterangkan, langit-langit hitam terpudarkan, burung-burung malam kembali ke sarang, sawah dan rerumputan hijau kembali bersenang.
Waktu tetap berputar pada semestinya, dia tetap dengan rutinitas tiap harinya.
1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun bahkan 50 tahun begitulah seterusnya sampai dia lelah untuk selamanya mengikuti waktu dunia.
Waktu tetap berputar pada semestinya, dia tetap dengan rutinitas tiap harinya.
1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun bahkan 50 tahun begitulah seterusnya sampai dia lelah untuk selamanya mengikuti waktu dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar